Meratus Line | MERATUS SHIPMENT GUIDANCE & REGULATION
 

MERATUS SHIPMENT GUIDANCE & REGULATION

BAB I
P R O S E D U R

I.1 PROSEDUR UMUM

1. Booking Shipment
a. Setiap pengiriman barang harus disertai Shipping Instruction (lihat lampiran i), copy KTP, NPWP & SPPKP(Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak). Form tersebut dibutuhkan untuk kelancaran pengiriman dan mempermudah komunikasi jika ada hal-hal yang diperlukan dan mempercepat pembuatan Bill of Lading.
Untuk pembuatan Bill of Lading diperlukan fixed SI yang mencantumkan data-data muatan yang akan dikapalkan (menyebutkan dengan jelas nama shipper, consignee, notify Party, commodity, jumlah package dalam container, no container/seal, term of shipment).

Fixed SI diserahkan 1 hari sebelum kapal berangkat.

Catatan :
a. Jika shipper belum dapat menyerahkan data lengkap pada waktu booking, alternatifnya menggunakan proforma SI.

b. Data-data tsb bisa juga berupa container stuffing list.

c. NPWP & SPPKP diperlukan untuk customer yang meminta faktur standard

b. Shipper harus mendeclare jenis komoditi/muatan dan berat muatan pada Shipping Instruction dengan benar pada saat booking container, sehingga depo/CY bisa merelease container empty dengan benar sesuai jenis komoditi.

c. Perlu kami tegaskan kembali pentingnya data-data barang yang dikapalkan disertakan sebagai lampiran dari Bill of Lading. Mengingat asuransi yang dimiliki oleh PT. Meratus terkait dengan muatan adalah Asuransi P&I (Protection and Indemnimity) Club, yang hanya akan mengganti kerusakan/kehilangan cargo/muatan apabila Meratus memang harus bertanggungjawab secara hukum untuk mengganti kerusakan/kehilangan cargo/muatan sesuai dengan klausa-klausa yang terdapat di balik Bill of Lading PT. Meratus.

Sedangkan di dalam klausa-klausa di balik Bill of Lading
Meratus tersebut, terdapat pembatasan/limitasi pertanggungjawaban pengangkut terhadap kerusakan/kehilangan barang, yaitu sebesar maksimum £100 per kemasan/collie/unit. Bila di dalam Bill of Lading atau packing list tidak disebutkan berapa jumlah collie/unit barang yang ada dalam satu container, maka sesuai ketentuan di dalam Bill of Lading, satu container akan dianggap satu collie atau satu unit.

d. Sebelum kegiatan stuffing atau stripping diharapkan untuk pesan gang buruh atau forklift ke Perusahaan Bongkar Muat/PBM/depo selambat-lambatnya 1 hari sebelum kegiatan dimulai. Pembatalan pemakaian gang buruh atau forklift hanya bisa diterima paling lambat pukul 15.00 sehari sebelum pelaksanaan. Pembatalan dan atau penundaan akan dikenakan denda.

 

2. Term of Shipment
a. Pengiriman / pengapalan cargo dengan Meratus mengacu pada Term of Shipment adalah CY/CY atau FIOS dimana Meratus tidak bertanggung jawab atas isi dan kondisi barang dalam container meskipun stuffing dilakukan di area CY/Depo Meratus.
b. Detail term of shipment yang berlaku dapat ditanyakan ke Sales.

3. Penerimaan dan Pemeriksaan Container Empty
a. Penyerahan container empty akan disesuaikan dengan jenis barang(Food grade, Non Food grade atau muatan khusus). Pemakaian container Food Grade untuk muatan Non Food grade akan dikenakan denda. Besarnya denda akan ditentukan kemudian.

b. Pada saat menerima container empty dari Meratus, harus diadakan pemeriksaaan oleh pemakai/pihak pengirim barang sebelum stuffing atau pengambilan empty untuk stuffing luar. Hal ini untuk memastikan container kami layak pakai.

c. Shipper berhak menolak container yang diberikan jika dianggap kurang layak atau tidak sesuai dengan kondisi kargo. Untuk penggantian container yang sesuai tidak dipungut biaya. Namun bila container yang sudah disetujui/diterima oleh pihak pengirim barang dikembalikan, atau ditukar dengan container lain, maka pengembalian container dikenakan biaya lift on dan lift off empty.

d. Setelah pihak pengirim barang menyetujui, maka container dianggap dalam keadaan laik dan hasil pemeriksaan kondisi container ini dituangkan ke dalam EIR (Equipment Interchange Receipt) pengambilan container empty sebagai dokumen bukti serah terima container empty. Segala kerusakan container yang terjadi & tidak tercatat di EIR pengambilan container empty menjadi tanggung jawab customer.

e. EIR harus ditandatangani oleh depo/CY dan shipper/pihak yang mewakili shipper pada saat serah terima container. Bila tidak ada perwakilan shipper, maka sopir dianggap sebagai pihak yang mewakili.

f. Shipper harus menyimpan copy EIR dari depo/CY sebagai bukti serah terima container.

g. Kami tidak bertanggung jawab atas potensi kerusakan cargo yang disebabkan oleh container yang telah disetujui oleh Pengirim barang sebelumnya.

4. Berat Maksimum Isi Container
Berat maksimum barang ( Nett weight cargo ) yang diijinkan untuk diisi / stuffing kedalam container COC yaitu :
a. Container dry 20' : 22.000 kg
b. Container dry 40’ : 26.000 kg
c. Iso tank 20' : 20.000 kg
d. Platform 20’ : 14.000 kg
e. Container Reefer 20’ : 22.000 kg
f. Container Reefer 40’ : 26.000 kg
g. Container Flat rack 20’ : 21.000 kg

Note:untuk muatan reefer mengacu ke payload container & SWL Crane kapal Meratus

5. Detention
Detention adalah kompensasi yang dibayarkan oleh pengirim barang kepada pelayaran sebagai denda atas pemakaian container untuk stuffing yang sudah melampaui batas waktu free time yang ditetapkan, baik yang stuffing didalam maupun diluar CY Meratus.
Free Time Detention
Dihitung mulai dari tanggal release container kepada shipper (baik yang stuffing luar maupun stuffing dalam) sampai dengan tanggal selesai stuffing dan container siap dimuat (sudah diseal). Standard waktu free time yang diberikan adalah 5 hari kerja.

6. Demurrage
Demurrage adalah kompensasi yang dibayarkan oleh penerima barang kepada pelayaran sebagai denda atas keterlambatan stripping container yang sudah melampaui batas waktu free time yang ditetapkan.

Free Time Demurrage
Dihitung mulai dari kapal selesai bongkar (selesai bongkar sama dengan hari pertama) sampai dengan selesai stripping dan container kembali ke CY/Depo. Standard waktu free time diberikan adalah 5 hari kerja.

Jika terdapat kondisi setelah stripping container digunakan kembali oleh shipper untuk angkut barang selanjutnya, maka :
a. Diperbolehkan asalkan shipper & consignee sama dan prosesnya diinformasikan ke Pelayaran melalui proses booking kembali (pengambilan RO).

b. Kita tidak bertanggungjawab terhadap kondisi container dan muatan.

c. Jika terdapat kerusakan terhadap container maka consignee terakhir yang bertanggungjawab terhadap M&R recovery cost.

I.2 PROSEDUR DARI SISI HANDLING MUATAN

7. Muatan Mudah Rusak
Untuk muatan mudah rusak seperti : buah-buahan, sayur-sayuran, telur, buah kelapa dan lain - lain yang distuffing ke dalam dry/general purpose container, kami tidak bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi yang disebabkan oleh keterlambatan kapal baik tiba maupun keberangkatan kapal.

Muatan-muatan yang ada kecenderungan kondensasi seperti mente, beras, jagung, coklat dan lainnya maka pemuatan didalam container tidak boleh penuh menyentuh atap sehingga ada ventilasi. Kualitas barang juga harus dipastikan benar-benar kering. Claim yang diakibatkan dari proses kondensasi bukan menjadi tanggungjawab pelayaran.

8. Muatan Berbahaya dalam Container ( Dangerous Good )

a. Setiap pengiriman barang harus disertai dengan Shipping Instruction, yang menyebutkan dengan jelas nama shipper, consignee, notify Party, commodity, jumlah package dalam container, no container/seal.
== jumlah package harus disebutkan, bila terjadi claim. Maka Asuransi P & I Club akan mengganti maximum £ 100 (100 poundsterling) per collie/unit. Hal ini sesuai dengan clausul dalam B/L Meratus, yang menganut azas “the Hague Rules”.

b. Menuliskan dengan jelas jenis barang berbahaya (lengkap dengan PSN, UN No, Klas dan informasi lain yang sesuai dengan IMDG Code), dan tidak boleh ditulis “general cargo” atau “muatan campuran”.

c. Ada surat ijin dari syahbandar(proses oleh pelayaran, semua biaya akan ditagihkan ke pengirim barang).

d. Harus ada surat permohonan pengiriman tertulis (Dangerous Goods Declaration) dari pengirim barang, dan dilengkapi MSDS (Material Safety Data Sheet).

e. Hanya akan diterima untuk dimuat dan/atau dibongkar secara TL (Truck Lossing/ Loading) dan tidak diperbolehkan menumpuk di CY / Depo Meratus.

f. Meratus tidak menerima muatan DG class 1 & class 7.

g. Tidak diperbolehkan untuk stuffing maupun stripping di Depo Meratus.

h. Muatan berbahaya (DG) hanya boleh dimuat sejenis dalam container dan tidak boleh dicampur dengan muatan lain dalam satu container.

i. Packaging harus sesuai dengan yang dipersyaratkan IMDG Code. Jika terdapat ketidaksesuaian yang menimbulkan dampak kerusakan, akibat dari ketidaksesuaian packaging maka biaya yang timbul akan dibebankan ke shipper / customer.

9. Muatan Cair (Liquid) dalam Tanki (misalnya: Minyak goreng, Olie, dan lain lain )
a. Pengiriman container isi muatan cair dalam tanki (misalnya : minyak goreng full/mty) harus dilashing atau di-las dengan containernya sedemikian rupa, sehingga benar-benar aman pada waktu kegiatan bongkar/muat sesuai dengan standart tanktainer shipment.

b. Bila kedapatan ada kebocoran dari tanki ataupun lashing/lasnya tidak aman, maka barang akan ditinggal / tidak dimuat, dan demurage serta sewa penumpukkan container menjadi tanggung jawab shipper.

c. Bila container yang kedapatan ada kebocoran dari tangki ataupun lashingnya/lasnya kurang baik atau tidak dilashing terlanjur dimuat, dan pada saat pemuatan atau pembongkaran terjadi kecelakaan dikarenakan masalah lashing/las tersebut, maka kerugian yang terjadi atas kerusakan container, kapal dan musibah/buruh menjadi tanggung jawab pemilik barang sepenuhnya.

10. Muatan Wajib Asuransi
a. Sehubungan dengan adanya klausul yang tercantum di dalam B/L Meratus, dimana berdasarkan The Hague Rules, jika terjadi kehilangan atau kerusakan cargo, Carrier akan mengganti maksimal £100 per unit/package. Dengan ketentuan tersebut maka ditetapkan untuk muatan wajib asuransi, cargo harus diasuransikan all risk. Muatan wajib asuransi tersebut adalah sbb :
o Barang-barang pindahan
o High value cargo seperti : kendaraan/vehicle, mobil, mesin-mesin yang besar, barang-barang proyek,pala, cengkeh, dan barang yang bernilai tinggi.
o Cargo reefer seperti:ikan, crab meat, udang, dll.

b. Jika tidak ada asuransi tersebut maka cargo tidak diterima kecuali jika shipper menyetujui secara tertulis menerima kondisi sesuai B/L dengan mengisi surat pernyataan. (lihat lampiran iv)

I.3 MUATAN YANG BERPOTENSI MERUSAK CONTAINER

11. Dunnage muatan khusus
a. Untuk jenis muatan tertentu harus diberikan dunnage / pelindung, untuk menghindari kerusakan pada container.
Yang termasuk category komoditi Muatan khusus adalah komoditi yang terindikasi dapat mengakibatkan container rusak, terkontaminasi, kotor dan atau berbau menyengat.

b. Adapun jenis muatan tersebut diantaranya adalah :
a. Aspal
b. Accu bekas (air accu)
c. Bahan baku terasi, terasi
d. Bahan kimia
e. Besi-besi bangunan (konstruksi, beton, kanal, plate, pipa)
f. Besi tua, rongsokan (aluminium, kertas bekas)
g. Belerang (sulfur)
h. Caustic soda/ Soda api/ Karbit
i. Garam curah/garam kristal
j. Getah pinus
k. HCL (asam chloride)
l. Hydrate lime
m. Ikan laut (ikan asin, ubur-ubur, tulang ikan/sirip ikan, rajungan, dll)
n. Karet basah
o. Kopra
p. Kulit hewan basah/kering
q. Lem
r. Oli, Minyak dalam kemasan drum/kaleng.
s. Pakan ternak basah, bahan pakan ternak, bahan baku pakan ikan dalam kemasan karung atau curah
t. Pebble lime
u. Pohon/batang kelapa, kayu log
v. Pupuk buatan (urea, TSP, NPK dan sejenisnya)
w. Serbuk kayu gergaji curah
x. Tawas
y. Tangki (yang dimasukkan ke dalam container)

c. Dunnage (Alas Cargo)
adalah merupakan alat pelindung/alas cargo yang bertujuan untuk meminimalisasi/menghindari kerusakan container yang disebabkan oleh cargo yang dimuat (terfokus pada keamanan container).

Jenis-jenis dunnage dan kegunaannya yang harus disesuaikan dengan jenis cargo, misalnya :
- Karton : untuk cargo garam kristal, pupuk buatan, belerang
- Plastik : untuk cargo accu zuur, lem, bahan makanan ternak, garam kristal, minyak dalam drum,bahan terasi, kulit hewan basah, belerang, karet cair.
- Terpal plastik : untuk cargo asphalt, lem
- Triplex/multiplex : untuk cargo besi tua, lem

I.4 MUATAN BERDOKUMEN

No

Jenis Muatan

Syarat Dokumen

1.

Muatan Ekspor / Impor

  • Muatan ekspor / import harus dilengkapi dengan dokumen yang berlaku. Pengurusan dokumen dilaksanakan oleh shipper / forwarding yang ditunjuk oleh shipper.

 

  • Pengiriman ekspor Zircon harus dilengkapi Nota Persetujuan Export.
  • Pengiriman ekspor Rotan, produk Rotan, Zircon, Bijih besi dan Bijih Nikel pada saat pengapalan diinformasikan kepada Bea cukai, baik nama pengirim maupun no. container nya. Informasi bisa melalui email maupun fax.

 

(Ref:Peraturan Menteri Perdagangan no. PER-35/M-DAG/PER/11/2011 tentang Ketentuan Ekspor Rotan & Produk Rotan.  Peraturan Menteri Perdagangan no. PER-24/M-DAG/PER/5/2012 tentang ketentuan Ekspor Produk Pertambangan)

  • Dokumen muatan harus sudah diserahkan oleh shipper kepada Meratus paling lambat 24 jam sebelum kapal berangkat.

 

  • Dalam hal dokumen bea cukai yang diurus oleh shipper / forwarding yang ditunjuk oleh shipper dan didalam proses pemuatan atau pembongkaran terjadi penyimpangan, maka segala biaya dan resiko yang ditimbulkan akan menjadi tanggung jawab shipper.

2.

Kayu

Setiap jenis muatan hasil hutan (terutama jenis kayu) harus dilengkapi dengan dokumen legalitas terdiri dari :

  • SKSHHK ( Surat Keterangan Sahnya Hasil Hutan Kayu ) dan Nota Perusahaan untuk :
    • Kayu bulat dari TPK(Tempat Penimbunan Kayu) Hutan, TPK Antara dan industri primer
    • Kayu olahan , berupa kayu gergajian, veneer dan serpih dari industri primer

Dokumen tersebut hanya berlaku untuk  1 (satu) kali pengangkutan dengan 1 (satu) tujuan

  • Nota Angkutan dan Nota Perusahaan untuk :
    • Pengangkutan arang kayu dan/atau kayu daur ulang
    • Pengangkutan bertahap hasil hutan kayu dari lokasi pengiriman ke pelabuhan muat dan/atau dari pelabuhan bongkar ke tujuan akhir
    • Pengangkutan KO(Kayu Olahan) dari TPT-KO (Tempat Penampungan Terdaftar Kayu Olahan) 
    • Pengangkutan KBK (Kayu Bulat Kecil)  yang berasal dari pohon tumbuh alami sebelum terbitnya hak atas tanah dari kawasan hutan yang berubah status menjadi bukan kawasan hutan yang diperuntukkan langsung sebagai cerucuk
    • Pengangkutan kayu impor dari pelabuhan umum ke industri pengolahan kayu

Ref : P.43/Menlhk-Setjen/2015

  • Sertifikat Pengelolaan Hutan produksi Lestari(S-PHPL) atau Sertifikat Legalitas Kayu(S-LK)(Ref:Peraturan Menteri Kehutanan No. P-38/Menhut-II/2009 tentang Standard dan Pedoman Penilaian Kinerja Pengelolaan Hutan Produksi Lestari dan Verifikasi Legalitas Kayu pada Pemegang Izin atau pada Hutan Hak sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Kehutanan No. P-68/Menhut-II/2011 & P.45/Menhut-II/2012)

 

Dokumen Jenis Muatan Kayu Hasil Hutan Hak(hutan yang berada pada tanah/lahan masyarakat yang telah dibebani hak atas tanah diluar kawasan hutan Negara) harus dilampiri Surat keterangan Asal Usul ( SKAU ) yang ditanda tangani Kepala Desa/Lurah Setempat.
Ref:P.30/MENHUT-II/2012 Tentang Penatausahaan Hasil Hutan Yang Berasal dari Hutan Hak

3.

Rotan(Rotan Mentah, Rotan asalan, Rotan W/S & Rotan setengah jadi)

 

  • Untuk yang asal Kalimantan
      • Laporan Bongkar Barang (LBB) dan Laporan Muat Barang (LMB) dari Surveyor Independen yang telah memiliki Surat Ijin Usaha Jasa Surveyor (SIUJS) dari Kementrian Perdagangan mengacu ke Peraturan Menteri Perdagangan RI No 36/M-DAG/PER/11/2011
      • Nota
  • Untuk yang berasal dari selain Kalimantan
      • Laporan Bongkar Barang (LBB) dan Laporan Muat Barang (LMB) dari Surveyor Independen yang telah memiliki Surat Ijin Usaha Jasa Surveyor (SIUJS) dari Kementrian Perdagangan mengacu ke Peraturan Menteri Perdagangan RI No 36/M-DAG/PER/11/2011
      • FA-HHBK (faktur Angkutan Hasil Hutan Bukan Kayu)
      • DHHBK ( Daftar Hasil Hutan Bukan Kayu )

 

Definisi :
Rotan mentah adalah  rotan dalam bentuk mentah masih alami, tidak dirunti, tidak dicuci, tidak diasap/dibelerang

Rotan asalan adalah rotan yang sudah mengalami peruntian, pembersihan sisa seludang, pemotongan pembagian batang, belum mengalami penjemuran

Rotan washed and sulphurized/rotan W/S adalah rotan yang berasal dari rotan asalan yang telah mengalami proses pengasapan belerang, penggorengan, penggosokan dan penjemuran tetapi masih berbentuk natural dan masih berkulit

Rotan setengah jadi adalah rotan yang telah diolah lebih lanjut menjadi rotan poles halus, hati rotan dan kulit rotan

4.

Bahan Tambang

Untuk muatan batubara, batu mangan & bahan tambang termasuk batu warna dan zircon harus:

    • SKAB (Surat Keterangan Asal Barang) yang sudah legalisir KP3
    • Copy persetujuan ijin usaha  : pertambangan, pengangkutan dan penjualan dari pemerintahan kabupaten/kotamadya (KP) dulu disebut  IUP & OP.

 

Namun terkait Permen ESDM no. 1/2014 re batasan minimum pengolahan dan permurnian komoditas tambang mineral logam di dalam negeri, beberapa daerah review persyaratan, untuk area Ind Timur : Koepang/Reo, selain hal tersebut di atas juga diperlukan :

  • KTP
  • NPWP
  • CNC (Clean and Clear sekalipun Pengirim bukan Perusahaan Tambang tetap harus ditunjukkan untuk mengetahui asal barang. Dokumen ini diissued oleh Kementrian Minerba
  • Tidak dalam bentuk row material, tetapi bahan yang sudah diolah dengan kadar Mn diatas 49%. Ini harus dibuktikan dengan menunjukkan  hasil surveyor dari Sucofindo dan  Surveyor Indonesia (hanya untuk export propose)
  • Surat rekomendasi dari Dinas Pertambangan Propinsi/setempat, jika explorasi cargo vs pengiriman cargo sudah lintas propinsi

Batasan minimum pengolahan dan pemurnian komoditas tambang mineral logam didalam negeri sesuai dengan permen ESDM no 1 tahun 2014

5.

Gula

Untuk Gula Kristal Rafinasi :
Copy SPPAGKR (Surat Persetujuan Perdagangan Antarpulau Gula Kristal Rafinasi).
Gula Kristal Rafinasi (Refined Sugar) adalah gula yang dipergunakan sebagai bahan baku untuk proses produksi yang berasal dari tebu / gula kristal mentah/gula kasar. (Permendagri No74/M-DAG/PER/9/2015).
Cargo tidak akan dimuat apabila dokumen belum diserahkan kepada Meratus. Dokumen tersebut diserahkan ke Pelayaran untuk disertakan di kapal
Untuk dokumen tersebut diatas, jika sudah tidak valid maka perlayaran harus meminta pembaharuan ke shipper yang masih berlaku

6.

Minuman beralkohol

  • Dokumen Pemberitahuan Mutasi Barang Kena Cukai (CK-5) :  Pengangkutan barang kena cukai yang belum dilunasi cukainya, baik dalam keadaan telah dikemas dalam kemasan untuk penjualan eceran maupun dalam kemasan bukan untuk penjualan eceran
  • Dokumen Pelindung Pengangkutan Etil Alkohol/ Minuman Mengandung Etil Alkohol yang Sudah Dilunasi Cukainya di Peredaran Bebas (CK-6) :

Pengangkutan barang kena cukai yang sudah dilunasi cukainya, dari penyalur/tempat penjualan eceran ke tempat lain di peredaran bebas yang terdiri dari etil alkohol > 6 (enam) Liter, atau minuman mengandung etil alkohol dengan kadar > 5 % dalam jumlah > 6 (enam) Liter
(Peraturan Dirjen Bea dan Cukai No Per-2/BC/2015)

7.

Tumbuhan, Hewan & Muatan yang ada kandungan nabati & hewani

Harus disertai dokumen karantina/sertifikat sanitasi produk hewan.
Contoh: Ayam, bibit tanaman, pupuk kandang, pakan ternak, ikan udang dll.

8.

Limbah B3 termasuk CPO, Olie

  • Cargo owner/shipper/pengolah limbah & transporter yang ditunjuk di POL & POD harus punya ijin angkut limbah B3 dari instansi terkait.
  • Bisa menunjukkan copy contract antara owner/shipper/pengolah limbah dengan transporternya, jika memang confidential at least bisa diterima copy head of contract yang menyebutkan party yang terikat contract & validity of contract.
  • Persyaratan booking : SI/invoice packing list, DG declaration, pengisian form angkutan limbah dari kita, dll terpenuhi.
  • Manifest  DG & Limbah B3 harus issued dari pelayaran.
  • Surat Keterangan dari badan lingkungan hidup B3

9.

Pupuk Bersubsidi

Harus dilampirkan Surat Jalan dari Produsen ke Distributornya.
Contoh Surat Jalan Petro Kimia Gresik ke Distributornya diluar pulau

10.

Rokok

Harus bercukai

11.

Pengiriman Hasil Produksi Perkebunan

Surat Keterangan Asal Produksi Komoditas Perkebunan dilampiri dengan surat karantina

12.

Mobil/Sepeda Motor

1. Muatan Khusus Tujuan Dili :
Mobil/Sepeda Motor - Baru (perorangan via
forwarding):   
a. Copy original faktur asli
b. Surat Jalan Kepolisian asli tempat diterbitkan
c. Surat keterangan dealer asli

Mobil/Sepeda Motor - Baru (dealer to dealer):   
a. Surat Jalan Kepolisian asli tempat diterbitkan
b. Surat keterangan dealer asli

Mobil/Sepeda Motor - Bekas : 
a. BPKB asli + faktur di BPKB, STNK asli harus
ditunjukkan saat booking kepada CS
b. Copy BPKB dan STNK
c. Surat Jalan Kepolisian asli tempat diterbitkan
d. Surat pencabutan berkas dari SAMSAT

Note:

  • Semua dokumen tersebut di atas baik untuk Mobil/Sepeda Motor - baru/bekas harus sudah diapprove oleh KP3.
  • Semua kegiatan Stuffing Dalam untuk Mobil / Sepeda Motor – baru/bekas diperbolehkan di Depo apabila terlebih dahulu harus sudah diperiksa dan dipastikan oleh CS untuk persyaratan kelengkapan dokumennya yang sudah di approve KP3.
  • Untuk muatan Mobil / Sepeda Motor tidak boleh digabung dengan muatan jenis lain dalam satu container.

2. Muatan Lokal     :
Mobil/Sepeda Motor - Baru (perorangan via
forwarding):   
a. Copy Faktur asli
b. Surat Jalan Kepolisian asli tempat diterbitkan
c. Surat keterangan dealer asli

Mobil/Sepeda Motor - Baru (dealer to dealer):   
a. Surat Jalan Kepolisian asli tempat diterbitkan
b. Surat keterangan dealer asli

   Mobil/Sepeda Motor - Bekas : 
a. BPKB asli + faktur di BPKB, STNK asli harus
ditunjukkan saat booking kepada CS
b. Copy BPKB dan STNK
c. Surat Jalan Kepolisian asli tempat diterbitkan

Note:

  • Khusus Mobil Leasing : Surat rekomendasi dari leasing asli untuk mutasi keluar
  • Harus dilakukan pengecekan/telpon ke dealer terkait keaslian surat keterangan dari dealer tersebut.
  • Muatan sepeda motor - baru/bekas untuk kondisi FCL.

Note :
- Untuk semua muatan berdokumen diatas, apabila ternyata ada permalsuan dokumen yang diserahkan ke Meratus, maka pihak pengirim barang bertanggung jawab untuk mengganti kerugian yang dialami oleh Meratus, termasuk biaya – biaya pengacara,pengadilan dan biaya – biaya lain yang dikeluarkan oleh Meratus.
- Jika dikemudian hari terdapat perubahan peraturan pemerintah maka persyaratan dokumen muatan mengacu pada peraturan pemerintah terbaru.

I.5 JAMINAN CONTAINER

12. Jaminan Container
a. Jaminan container adalah suatu nilai tertentu yang wajib dibayarkan oleh customer sehubungan dengan penggunaan container pelayaran.

b. Tujuan jaminan container untuk mengcover biaya atas kerusakan container, cleaning dan tagihan demurrage dengan langsung dipotongkan terhadap biaya yang timbul tersebut. Customer harus membayar kelebihan apabila nilai yang harus ditanggung oleh customer lebih besar dari jaminan container.

c. Pengembalian jaminan container dilakukan setelah container dikembalikan ke Depo/CY Meratus, dengan menyerahkan EIR asli dari depo/CY Meratus dan kuitansi jaminan asli.

d. Pengembalian seluruh atau sebagian (bila ada biaya-biaya yang timbul) atas jaminan container dilakukan setelah container dikembalikan ke Depo/CY Meratus

e. Jaminan container berusia 3 bulan. Lebih dari 3 bulan dinyatakan hangus

I.6 DOCUMENTATION

13. Pengambilan Bill of Lading (B/L) dan Surrender Notice
a. B/L harus segera diambil oleh Shipper di kantor pelayaran dan segera mengirimkannya kepada Consignee.
b. Jika customer mengalami kesulitan untuk mengirimkan B/L tersebut, terdapat fasilitas “Surrender Notice”, caranya dengan menyerahkan kembali full set B/L original kepada Pelayaran di pelabuhan muat, kemudian customer akan diberikan salinan bukti “Surrender Notice” secara tertulis oleh staff Pelayaran.
c. “Surrender Notice” tersebut dikirimkan melalui fax kepada Consignee. Dan dengan menunjukkan bukti “Surrender Notice” tersebut kepada pelayaran di pelabuhan bongkar maka consignee dapat mengambil cargonya.
d. Customer harus menjaga kerahasiaan “Surrender Notice” yang diterimanya dan Meratus tidak bertanggungjawab apabila terjadi kehilangan cargo akibat pemalsuan “Surrender Notice” tersebut.

14. Release Delivery Order (D/O)
Untuk bisa mengambil cargo / release D/O, maka :
a. Consignee menyerahkan original B/L atau Surrender Notice
b. Menyerahkan surat kuasa, jika D/O diambil oleh pihak lain yang mewakili (tidak sesuai dengan yang tercantum dalam D/O)
c. Jika consignee tertulis “to order”, maka pengambilan D/O harus dengan menyerahkan original B/L yang sudah diendorse oleh shipper

d. Jika consignee tertulis “to order of bank ….”, maka pengambilan D/O harus menyerahkan original B/L yang sudah diendorse oleh pihak Bank.
e. Consignee/Shipper sudah menyelesaikan semua kewajibannya : freight/uang tambang & semua biaya yang muncul di POD

I.7 PENGAJUAN CLAIM

15. Pengajuan Claim
a) Batas Waktu Pelaporan Claim
Untuk mempercepat proses penyelesaian claim maka kami mengharapkan agar pihak claimant sudah mengajukan claim selambatnya 3 x 24 jam terhitung sejak penyerahan barang. Jika pengajuan claim melebihi batas waktu tersebut, maka penyediaan dokumen-dokumen pendukung claim menjadi tanggung jawab customer.

b) Dokumen Pendukung
Dokumen yang harus disiapkan pada saat pengajuan claim adalah sebagai berikut:
1) Surat Pengajuan Klaim ke Meratus, dengan ditandatangani oleh pemimpin perusahaan dan distempel dengan kertas kop perusahaan.
Di surat pengajuan klaim yang dibuat oleh customer perlu mencantumkan data/keterangan sebagai berikut:
a) Ditujukan ke bagian Claim Cabang.
b) Menyebutkan tanggal kejadian, nomer container, nomer voyage kapal dan tempat kejadian.Menyebutkan jumlah dan spesifikasi cargo.
c) Menyebutkan jumlah nominal dalam IDR atau USD yang diklaimkan ke Meratus.
d) Contoh surat pengajuan claim terlampir ( lampiran iii ).
2) Berita Acara Penyaksian ,yang disaksikan juga oleh Meratus / bukan sepihak atau Survey report dari Independent Surveyor
3) Copy Bill of Lading.
Packing List (asli). Atau SI dan Bill of Lading jika data package lengkap dan di Bill of Lading tidak dituliskan “container(s) content according to the packing list enclosed”
4) Daftar Harga Barang/Faktur (asli)/Nota Pembelian.
Pengajuan claim mengacu pada bab 1.2 & 1.3.

1.8 MITIGATION OF LOSS

Untuk mengurangi nilai kerugian atas kejadian, maka customer/pemilik barang berkewajiban untuk melakukan mitigasi yaitu Usaha/tindakan untuk menghindari timbulnya kerugian yang lebih besar. Salah satu bentuk mitigasi:

a. Pengamanan atas cargo
b. Sortir cargo yang dinyatakan basah/rusak
c. Pemisahan cargo dari yang kondisi:
i. Masih baik
ii. Basah/rusak tapi masih mempunyai nilai,
iii. Basah/rusak dengan kondisi benar – benar tidak mempunyai nilai sama sekali
d. Penjualan cargo yang dinyatakan basah/rusak tapi masih mempunyai nilai
e. Menghindari biaya lain yang mungkin Timbul menjadi lebih besar (misal storage, demurrage)

 

BAB II
DENDA DAN PENALTY

1. Kelebihan Berat Isi Container
Jika berat isi container melebihi berat yang telah ditentukan pada point I.1.4, maka pemilik barang :

a. Dikenakan Denda sebesar 25% dari uang tambang / freight per ton kelebihan berat atau minimal 1 juta/ton kelebihan berat. Contoh :
kelebihan 2 ton akan dikenakan denda 2 x 25% x Uang Tambang yang berlaku atau 2 x 1 juta.

b. Semua tuntutan ganti rugi yang diajukan oleh semua pihak yang terkena dampak akibat kecelakaan jatuhnya container karena kelebihan berat, termasuk kerusakan alat mekanik/derek/crane kapal/crane darat/container dan kawat muatnya (cargo runner)/kecelakaan manusia yang mengakibatkan cacat atau meninggal menjadi beban pengirim barang.

c. Apabila kelebihan berat diketahui sebelum dimuat, maka container tersebut tidak akan dimuat dan harus distripping sebagian muatan dan semua biaya yang timbul seperti penumpukan, stripping ulang dan sewa Gudang (bila ada), demurage, tanggung jawab kerusakan barang dan denda, menjadi beban pengirim barang. Hal tersebut berlaku juga bila kelebihan berat diketahui di pelabuhan bongkar. Semua biaya ekstra yang timbul akan dibebankan ke penerima barang.

2. Muatan Berbahaya
a. Bila kedapatan ada muatan bahaya dalam container yang tidak dilaporkan, maka akan dikenakan denda 500% (lima ratus persen) dari uang tambang yang berlaku dan tidak dimuat.

b. Bila terjadi kecelakaan akibat muatan bahaya tersebut maka semua tuntutan ganti rugi akibat kecelakaan tersebut, termasuk ganti rugi pada pihak lain yang dirugikan (pemilik barang lain, pemilik container, pemilik CY, dan lain lain) menjadi tanggung jawab pengirim barang yang terbukti mengisi muatan bahaya tanpa ijin/persetujuan dari Meratus.

c. Bila kedapatan container berisi muatan bahaya dimasukkan ke CY / depo Meratus , maka container tersebut akan dikeluarkan dari depo/CY dimaksud dan semua resiko selama container diluar depo/CY, akan menjadi tanggung jawab pengirim barang. Dalam hal ini Meratus akan memberitahu kepada pengirim barang bahwa container sudah dikeluarkan dari depo/CY.

3. Biaya Detention
Jika masa free time sudah habis maka akan dikenakan biaya detention sesuai ketentuan yang berlaku.

4. Biaya Demurrage
Jika masa free time sudah habis maka akan dikenakan biaya demurrage sesuai ketentuan yang berlaku.

5. Pembebanan Biaya Repair Container
a. Biaya repair container atas kerusakan container yang disebabkan kesalahan customer maka akan dibebankan ke customer.

b. Biaya repair container dipotongkan secara langsung pada uang jaminan container atas besar biaya repair container tersebut atau ditagihkan langsung.

6. Pembebanan Biaya Cleaning dan Washing Container untuk Container Terkontaminasi/Berbau/Kotor
a. Biaya cleaning dan washing untuk container yang terkontaminasi/berbau/kotor akibat cargo dibebankan kepada shipper di pelabuhan muat.
b. Pembebanan biaya tersebut dibebankan untuk cargo-cargo yang berpotensi mengakibatkan kontaminasi/berbau/kotor pada container diantaranya:
- arang
- batu bara
- buah asam
- bahan baku terasi, terasi
- bungkil
- gula tetes
- ikan laut (ikan asin, ikan/udang kering, tulang ikan, ubur-ubur, rajungan)
- karet basah
- kaolin
- kopra
- kulit hewan/kulit ternak
- pakan ikan/udang
- pakan ternak
- rumput laut
- sagu basah
- serbuk kayu gergaji
- tulang hewan/ternak

c. Besar biaya tersebut ditetapkan oleh Meratus dengan mempertimbangkan biaya cleaning dan washing container.
d. Jika container yang terbebani biaya tersebut terdapat kerusakan lain maka consignee harus membayar biaya repair container.

BAB III
PERSYARATAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN SERTA LINDUNG LINGKUNGAN


1. Visitor SHE Induction Card

 

2. Persyaratan Truck Container
a. Truck diawaki oleh sopir yang memiliki minimal SIM B1. Pihak yang tidak terotorisasi (termasuk Kenek) dilarang mengemudi.
b. Head Truck dan Chassis harus lulus uji kendaraan bermotor.
c. Lakukan pemeriksaan sebelum penggunaan (pre-use inspection), yang dilakukan setiap hari.
d. Spesifikasi Truck Container sebagai berikut tetapi tidak cukup:
i. Memiliki Twistlock, dan dalam keadaan baik untuk bisa mengunci container dan melepas kunci-nya.
ii. Memiliki fender pada bagian samping chassis
iii. Klakson baik dan berfungsi
iv. Memiliki lampu rotary
v. Semua lampu menyala
vi. Kondisi chassiss baik.

3. Persyaratan Container SOC

Untuk transport atau portable container, Meratus Line mewajibkan container telah memenuhi CSC (Container Safety Convention) Standard dan diwujudkan dalam CSC Plate di setiap container

CSC Plate

4. Stuffing Container

Lakukan stuffing container dengan benar untuk menghindari kerusakan barang, kerusakan container, kecelakaan pada penanganan, dan claim container
Tata cara stuffing minimal tetapi tidak cukup sesuai pada petunjuk berikut:

Do
- Distribusi beban pada container diharuskan seimbang di sisi pintu dan sisi depan. (Trimming dalam container.)
- Hindari pembebanan lebih besar pada sisi pintu untuk menghindari kargo keluar pada container saat Bongkar Muat.
Don’t
Beban tidak boleh hanya menumpu pada satu titik tertentu, misal disisi pintu/ depan.

Do
Tabung-tabung bertekanan di tata dengan posisi berdiri dan diikat. Diutamakan memakai tray.
Don’t
Tabung jangan direbahkan

Do
Tutup pintu dengan mengunci semua locking bar untuk menghindari kargo keluar pada container saat Bongkar Muat.
Don’t
Dilarang menutup container dengan Forklift.

Gunakan Dunnage & Lashing

Do


Dunnage mendistribusikan beban yang merata pada panel container. Untuk mencegah push out container.

Don’t

Dunnage tidak mendistribusikan beban yang merata pada panel container


Gunakan Dunnage untuk mendistribusikan beban pada floor container agar tidak rusak dan tidak jebol.


Gunakan lashing untuk menahan beban dari pergeseran untuk menahan beban longitudinal/ gaya ke atas

Palletisasi

 

Do













Unitisasi kargo diupayakan kompak.

Don’t


Stuffing tanpa pallet & penumpukan berlebihan mengakibatkan kerusakan cargo

Do
 

 


Drum diikat dalam palet,
Diberi penutup diatas palet, dan diikat samping.

Don’t

Drum hanya di ikat dengan plastik dan diletakkan diatas pallet.. Sangat berbahaya saat handling.

 


Contoh penggunaan dunnage yang benar

Don’t
Tidak boleh mengangkut cargo pada container Dry van pada keadaan terbuka

Dangerous Good

Dilarang, melakukan pencampuran beberapa macam DG Cargo dalam satu container.

Dilarang, melakukan pencampuran DG & non DG dalam satu container.

Lakukan, labelisasi DG Cargo

Lampiri & serahkan, MSDS atau DG Declaration. Jika perlu MSDS juga ditempel di cargo.

 

5. Stripping Container

Buka seal dengan alat potong. Gunting segel dengan gunting kawat.
Jangan sekali-kali menggunakan api untuk membuka seal.

Dalam membuka container:
-Identifikasi jenis cargo
-Hati-hati buka container dari bahaya tertumpah barang dari dalam container.
-Buka pintu sebelah kanan terlebih dahulu(pintu tempat seal)
-Jangan langsung masuk container, tunggu sesaat udara segar masuk.

Stripping manual:
-Perhatikan berat cargo yang diangkat.
-Jangan melebihi 15 kg dalam mengangkat sendirian.
-Mintalah bantuan untuk mengangkat cargo diatas 15 kg.

Don’t

 

Jangan menumpahkan cargo dari atas container dengan meninggikan sebagian dari container.


Jangan melempar cargo ketika stripping/stuffing

 

6. Pengiriman Cargo Breakbulk/ Project cargo
Lakukan packing yang sesuai dengan cargo dan jika perlu packing tersertifikasi dan tersurvey oleh independent surveyor
Lakukan labelisasi pada kargo sesuai dengan kondisi barang yang sesungguhnya
i.    Label Fragile untuk muatan mudah pecah
ii.    Label maximum tinggi penumpukan
iii.    Label Dangerous Good  dan Limbah B3
iv.    dan label lain yang diperlukan.
Tentukan lifting point pada setiap cargo, jika perlu beri petunjuk teknis pengangkatan.

 

Contoh:

Beri informasi dimensi, berat, unitisasi, yang benar kepada Customer Service Meratus Line dan kirimkan gambar detail jika perlu.





FLEET LIST
VESSEL SCHEDULE
MERATUS ONLINE
  • Vessel Schedule
  • General Tracking
  • Quick Tracking
  • Container Tracking
  • Container History
READ MORE
Copyright © 2014 Meratus Line Surabaya. All Rights Reserved.

ex. MRLU2304148
(between MRLU and number without space)